Atap Pondok Masyarakat Tebulo dari Daun Daluy
Di tengah ladang dan sawah, pondok selalu jadi tempat berteduh para petani saat hujan, panas, atau sekadar beristirahat. Di masyarakat Tebulo, salah satu tradisi yang masih dipakai adalah membuat atap pondok dari daun daluy yang dijahit di bambu. Atap ini sederhana, murah, dan mudah didapatkan.
"Daluy" adalah nama lokal untuk jenis daun-daunan yang tumbuh liar di sekitar kebun dan hutan. Bentuknya lebar, lentur, dan tidak tembus air Karena sifatnya itulah masyarakat Tebulo memilihnya sebagai penutup atap.
Pembuatannya dilakukan secara gotong royong dan tidak butuh biaya besar.
- Menyiapkan rangka, Bambu dibelah dan dibentuk menjadi kerangka atap pondok.
- Menjahit daun daluy: Daun daluy yang sudah dijahit lalu dikeringkan beberapa hari dijemur disusun berlapis-lapis.
masyarakat Tebulo masih bertahan dengan atap ini karena Ramah lingkungan & mudah didapat, Daun daluy dan bambu tumbuh di sekitar. Tidak perlu beli seng atau genteng. Sejuk dan sirkulasi udara bagus, Tidak seperti seng yang panas, atap daun membuat pondok tetap adem. Udara bisa saling silang masuk. Ringan dan tahan angin Karena ringan, beban ke tiang pondok kecil. Struktur bambu juga fleksibel sehingga tahan terhadap guncangan. Biaya hemat Pondok semi permanen dari bambu biayanya jauh lebih murah dibanding bangunan permanen. dan Mudah diperbaiki Kalau ada bagian yang rusak, tinggal ganti lembar daun atau ikatan yang longgar.